Di Selasar kita bisa berdiskusi. Ramai-ramai atau sendiri. Boleh. Sambil minum kopi, merenung atau hanya sekedar berimajinasi, juga boleh. Atau sambil bermimpi dan masturbasi. Pun boleh-boleh saja. Terserah! Silakan saja. Suka-suka.
Jumat, 11 April 2025
Berbicara dengan Sepi
Puisi
Berbicara dengan Sepi
Yoss Prabu
Jarak ini bukan sekadar garis di peta
Ia adalah daratan yang mendesah rindu
Gunung-gunung pun membisu memeluk sunyi
Dan awanlah yang merangkai nama kita
Di langit yang menghampar abu-abu
Kau di sana, aku di sini
Langit yang kita pandang sama
Namun tak pernah bisa kugenggam tanganmu
Hanya bayangan yang menjelma pelukan
Semu
Malam-malam panjang berbicara dengan sepi
Waktu menggulung detik-detik
Menjadi rindu yang tak kunjung mati
Hanya suara di layar monitor
Dan kata-kata yang bergetar
Melintasi ribuan kilometer jarak
Namun cinta kita bukanlah permainan jarak
Ia kuat seperti ombak yang menghantam karang
Ia gigih seperti burung yang mengarungi musim
Dan ia abadi
Seperti bulan
Yang tak pernah lupa menyinari malam
Aku kirimkan puisi ini melintasi jarak
Sebuah doa yang tak lelah berjalan
Sebuah harapan yang mengaitkan hatiku dan hatimu
Di atas segala batas dan sekat waktu
Ketahuilah, kasih
Walau jarak memisahkan tubuh kita
Rindu ini akan selalu menemukan jalannya
Melintasi berbagai dataran
Hingga suatu saat kita bertemu
Dalam pelukan yang menisbikan dunia
Jakarta, 10 April 2025.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab baru: Kehilangan potongan kecil dalam hidup.
Bab baru: Kehilangan potongan-potongan kecil dalam hidup. 2026 ini serba berat. hilang perasaan, hilang setengah pemikiran, hilang jati dan ...
-
Jalanan sebagai orangtua haramnya juga telah mengendapkan ampas-ampas kerinduan untuk sebuah impian masa depan. Itong nyaris t...
-
Selamat Pagi Kusibak kabut yang menggantung. Kutatap pagi yang redup. Lembapnya terasa segar di sela rintik yang malu-malu. ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.