Jumat, 21 Maret 2025

Hari Puisi dan Kepala Babi di Bulan Suci

Hari Puisi dan Kepala Babi di Bulan Suci Oleh: Yoss Prabu Terima kasih wahai kawan budiman Hadiahmu datang dengan penuh kejutan Saat Ramadhan penuh berkah turun Kau beri kepala babi Lengkap dengan hidung dan moncongnya Oh, kepala babi Simbol absurditas Datang di bulan puasa Nan penuh kasih Apakah ini satire Atau sekadar salah alamat Atau mungkin humor yang kelewat kuat Aku terdiam Lalu terbahak Sebab absurditas sering lebih indah Dari fakta yang pahit Paling pahit sekali pun Dalam dunia yang gila Siapa yang bisa marah Ketika puisi dan kepala babi Datang di hari yang sama Secara bersamaan Hari Puisi Dunia Kita rayakan bersama Dengan soneta Sajak Dan kepala yang tak bersalah Babi pun mungkin ingin bersyair mesra Tentang cinta Takdir, dan dosa-dosa Namun tak perlu risau, wahai sahabat, Kuhargai niat Di balik muslihat Karena hadiah Meski aneh dan tak biasa Tetaplah tanda kasih Walau terasa gila Maka kubalas dengan pantun jenaka “Terima kasih kawan, hadiahmu luar biasa Di Ramadhan ini Kuikhlaskan semua kecuali mungkin, resep olahannya.” Karena aku Tidak pernah memasak Apa lagi menyantapnya. Jakarta, 21 Maret 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.

Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal

  Hanya ilistrasi. (Gambar: AI).  Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...