Di Selasar kita bisa berdiskusi. Ramai-ramai atau sendiri. Boleh. Sambil minum kopi, merenung atau hanya sekedar berimajinasi, juga boleh. Atau sambil bermimpi dan masturbasi. Pun boleh-boleh saja. Terserah! Silakan saja. Suka-suka.
Rabu, 09 April 2025
Rindu ini Milik Kita
Puisi
Rindu ini Milik Kita
Yoss Prabu
Di sebuah layar mungil, mereka bertemu
Pixel demi pixel merajut rindu
Dia di sudut timur yang mataharinya lelah
Sementara dia di barat
Yang mataharinya baru mekar merekah
"Rindu ini milik kita," katanya penuh janji
Namun jarak ribuan mil
Seperti menertawakan mimpi
Sinyal kadang tersendat
Kadang suaranya pecah
Namun mereka tertawa
Dan terus tertawa
Meski hati sedikit gundah
Setiap malam
Mereka saling kirim pesan panjang
Berbalas kata, seperti pujangga zaman sekarang
Namun cinta lintas benua ini
Ah, seperti drama tanpa panggung atau penonton yang pasti
Mereka bicara tentang mimpi tinggal bersama
"Di Paris? Bali? Atau sebuah kota tanpa nama?"
Tapi dompet mereka mengingatkan
"Hei, tiket pesawat itu mahal, kawan."
Dia kirim bunga virtual lewat emoji
Dia balas dengan stiker hati yang berbunyi
"Apakah cinta bisa tumbuh dalam Wi-Fi?"
Pertanyaan yang ia tangisi dalam hening malam sunyi
Dan ketika perbedaan waktu mulai jadi tembok
Mereka bicara dengan mata lelah di balik logam jam dinding yang kokoh
Di timur, dia terjaga menunggu pagi
Di barat, dia tertidur dengan senyum yang hampir mati
Hari ulang tahun pun dirayakan di Zoom
Kue digital, lilin yang tak pernah membakar harum
"Tunggu aku," katanya di sela tawa getir
Namun apakah mereka sungguh bisa menunggu
Atau sekadar menghibur?
Lalu dunia berbisik tentang realita
Cinta lintas benua ini, adakah akhirnya?
Perbedaan budaya, bahasa, dan harapan
Kadang hanya menjadi satire dari cinta tanpa pertemuan
Tapi meski dunia menertawakan, mereka tetap mencoba
Menyulam hari dengan doa dan cinta
Mungkin dunia tak memberi jawaban yang pasti
Namun cinta lintas benua ini, setidaknya pernah ada di sini
Di layar kecil itu, mereka tetap berbisik
Saling berbisik
Mungkin tanpa pelukan, tapi hati mereka saling mendekap
Dan meski dunia mungkin sinis pada akhirnya
Mereka tetap percaya pada cinta
Jakarta, 09 April 2025.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab baru: Kehilangan potongan kecil dalam hidup.
Bab baru: Kehilangan potongan-potongan kecil dalam hidup. 2026 ini serba berat. hilang perasaan, hilang setengah pemikiran, hilang jati dan ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.