Senin, 28 April 2025

Surat Cinta Terakhir dari Seblak untuk Tahu Isi

Hanya ilustrasi. (Gambar: AI). Puisi Surat Cinta Terakhir dari Seblak untuk Tahu Isi Yoss Prabu (Ditemukan terlipat di bawah gerobak, ditulis pakai sambal kacang encer di atas bekas bungkus cabai). Tahu, cintaku yang isiannya sederhana Di malam penuh angin berbau gorengan ini Aku menulis surat ini Sebelum sendok bebek plastik membawaku ke perut asing Yang kelaparan Aku masih ingat Pertama kali aku melihatmu Di atas nampan plastik bertaplak kertas minyak Kau tampak malu-malu Basah sedikit oleh keringat tahu Seperti perawan desa yang belum kenal skincare Aku, seblak Lusuh Penuh kerupuk layu Terbakar oleh kuah merah kemarahan dunia Merasa tak pantas Tapi kau, tahu yang polos itu Tersenyum dengan isianmu yang ringkih Dan untuk pertama kalinya dalam hidup Aku merasa Tidak asin sendirian Ah, tahu Kau mengerti perasaanku lebih dari siapapun Bahkan lebih dari pelanggan setia yang makannya suka berutang Kita berbagi mimpi, ingat? Kau ingin suatu hari punya warung sendiri Dengan spanduk besar bertuliskan: “Seblak & Tahu Isi: Cinta yang Digoreng Setengah Matang” Dan aku ingin punya panci sendiri Tidak lagi bergantung pada tangan gemuk berkeringat Si Abang Gerobak Yang suka mengadukku asal Yang sering lupa aduk-aduk aku Dengan penuh perasaan Tapi apa daya, Tahu Dunia ini memang kejam untuk cinta ber-MSG seperti kita Lalu ketika Seseorang datang dengan mulut lapar Tapi isi kantong pas-pasan Mencabik mimpi kita jadi serpihan cabai kering Sekarang Aku merasakan kuahku semakin dingin Kerupukku kehilangan gigitan Seperti hatiku yang kehilangan kamu Dan aku tahu Sebentar lagi aku akan masuk gelas plastik Diaduk oleh sendok bebek kecil Dan akhirnya Ditelan tanpa upacara dan bakar kemenyan Dan dupa Tanpa Tahu Isi di sampingku Jika nanti kau merasa angin malam lebih asin, Tahu Itu aku Jika sambalmu terasa sedikit lebih pedih dari biasanya Itu air mataku yang tak pernah sempat kutumpahkan Aku bukan siapa-siapa lagi Hanya seblak basi yang pernah mencintai terlalu dalam Dan engkau, tahu isi yang terlalu mulia untuk dunia ini Tetap akan jadi legenda Di antara warung-warung kecil Dan di dalam kenangan lapar para manusia malang Selamat tinggal, Tahu Semoga suatu hari nanti Pada sebuah dimensi Di mana gorengan tak pernah dingin Dan seblak tak pernah kekeringan kuah Kita bisa bertemu lagi Tanpa perlu takut dipisahkan Tanpa takut jadi camilan tengah malam Selamanya Dengan pedas dan cinta Seblakmu Jakarta, 26 April 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.

Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal

  Hanya ilistrasi. (Gambar: AI).  Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...