Di Selasar kita bisa berdiskusi. Ramai-ramai atau sendiri. Boleh. Sambil minum kopi, merenung atau hanya sekedar berimajinasi, juga boleh. Atau sambil bermimpi dan masturbasi. Pun boleh-boleh saja. Terserah! Silakan saja. Suka-suka.
Kamis, 01 Mei 2025
Beri Ruang untuk Kami
Hanya ilustrasi. (Gambar: AI).
Sudah lama Kang Juhi tidak muncul. Mari kita tengok.
Ingat Hari Puisi Nasional, Kang Juhi tengah membaca puisi di pasar yang sedang tidak ramai pengunjung. Dan gerobak Kang Juhi pun sedang sepi pembeli.
Puisi
Beri Ruang untuk Kami
Yoss Prabu
Kami ini hanya pedagang kecil
di trotoar yang kalian sebut kotor
Gerobak kami roda kehidupan
Yang kalian anggap pengganggu jalan
Bakwan kami, tahu isi kami
Adalah pilar rapuh yang menahan lapar
Tapi kalian usir kami
Seolah kami tak layak punya tempat di kota besar
Apa salah kami
Menjual gorengan dengan harga pas-pasan?
Kami tak pernah meminta lebih
Hanya ruang untuk berdiri
Untuk berbualan
Dan minyak yang tidak terlalu mahal
Kalian bilang ini soal keindahan
Tapi di mana keindahan di mata yang lapar?
Trotoar kami disulap jadi parkiran
Sementara kami, dianggap tak manusiawi
Kami tak punya suara di ruang sidang
Hanya spatula dan baskom yang bisa berbicara
Tapi ingat, setiap bunyi gorengan di minyak panas
Itu adalah nyawa yang berjuang tak putus asa
Kalian berdasi, kami berkaus lusuh
Kalian di kantor yangber-AC
Kami di jalanan
Tapi jangan lupa, kalian makan di restoran
Yang bahan dasarnya dari tangan kami yang terabaikan
Kami ini bukan masalah
kami adalah solusi yang tak pernah kalian lihat
Setiap gorengan tahu isi yang kalian makan
Adalah cinta kami pada hidup yang keras
Jadi dengarlah, suara kecil kami
Kami tidak meminta banyak
Hanya ruang untuk hidup dan keadilan yang kalian selalu lupakan
Sebab tanpa kami
Siapa yang akan memberi rasa
Pada kota yang penuh aroma basa-basi?
Kami hanya pedagang kecil
Tapi kami adalah suara
Yang akan sangat berguna
Saat kelak Pilkada
Yang suatu hari akan kalian dengar
Meski terlambat
Tepuk tangan riuh. Sebagian kecil acuh tak acuh, sebagian lagi hanya melongo.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal
Hanya ilistrasi. (Gambar: AI). Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...
-
Selamat Pagi Kusibak kabut yang menggantung. Kutatap pagi yang redup. Lembapnya terasa segar di sela rintik yang malu-malu. ...
-
Tulisan ini saya buat ketika saya menjadi anggota dari sebuah grup WA yang admin-nya secara kurang ajar mendaulat saya untuk menjadi narasum...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.