Sandaran
Terakhir yang Tak Pernah Mengingkari
Oleh: Yoss
Prabu
اَللهُالْكَافِى
رَبُنَا الْكَافِى
قَصَدْنَا
الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
لِكُلِ كَافٍ
كَفَانَا الْكَافِى
وَنِعْمَ الْكَافِى
اَلحَمْدُ لِلهِ
حَسْبُنَا
اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
نِعْمَ
الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَصِيْرُ
اَللهُ
الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى
قَصَدْنَا
الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى
لِكُلِ كَافٍ
كَفَانَا الْكَافِى
وَنِعْمَ
الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ
Allahulkaafiirabbunalkaafi
Qashadnalkaafiwajadnalkaafi Likullinkaafikafaa nal kaafi
Wa ni’malkaafi Alhamdulillah
Allahulkaafiirabbunalkaafi Qashadnalkaafiwajadnalkaafi
Likullinkaafikafaa nal kaafi Wa ni’malkaafi
Alhamdulillah Allahulkaafiirabbunalkaafi Qashadnalkaafiwajadnalkaafi
Likullinkaafikafaa nal kaafi Wa ni’malkaafi
Alhamdulillah
Dalam sunyi yang tak bertuan, di tengah
gelombang hidup yang sering tak bersahabat, ada satu nama yang menjadi tempat
pulang bagi hati yang nyaris runtuh, Allahulkahfi. Allah sebagai Pelindung dan
Penjaga.
Seberapa berat pun langkah yang kau
tempuh, sekelam apa pun langit yang menaungimu, seolah dunia lupa padamu dan
tak ada satu pun tangan manusia yang ingin menggenggammu. Ketahuilah, ada Dzat
yang tak pernah tertidur, tidak pernah alpa, tidak pernah lelah menjagamu. Dia
adalah Al-Kafee, Yang Maha Mencukupi dan Melindungi.
Allah berfirman dalam Surah An-Nisa
ayat 171,"Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung (Al-Kafee). "Juga
dalam Surah Ali Imran ayat 173, "Dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung
(Al-Kafee)."
Ayat-ayat ini bukan sekadar barisan
huruf dalam mushaf. Ia adalah pelukan lembut dari langit, dikirim langsung ke
jiwa-jiwa yang remuk, hati yang hancur, dan harapan yang nyaris punah.
Siapa yang belum pernah merasa dikhianati
manusia? Siapa yang belum pernah ditinggalkan dalam sepi oleh mereka yang dulu
bersumpah akan selalu ada?
Tapi justru di titik paling gelap
itulah, nama Allahulkahfi bersinar paling terang.
Banyak orang mencari pelindung dari
dunia, dari kekuasaan, dari harta, dari hubungan, dari nama besar. Tapi ketika
badai datang, semua itu rapuh dan terempas begitu saja.
Satu-satunya yang tetap kokoh berdiri,
yang tak berubah walau seluruh semesta menjauh, adalah Allah.
Dialah yang menggenggam tanganmu saat
dunia melepaskannya. Dialah yang menutup aibmu ketika manusia sibuk
menyebarkannya. Dialah yang menyeka air matamu bahkan sebelum kau sempat
menangis. Dialah yang menguatkan detak hatimu saat dunia mencoba mematikannya.
Ketika engkau menyendiri dalam malam
yang kelam, menangis dalam doa yang tak terdengar siapa pun, jangan pernah
mengira kau sendirian. Dalam sujud itu, dalam rintihan lirih itu, ada satu Zat
yang mendengarkan segalanya, bahkan yang tak mampu kau ucapkan sekalipun.
Allahulkahfi bukan hanya nama. Ia
adalah naungan. Ia adalah jubah kasih yangmelindungi jiwa yang luka.
Percayalah, saat semua pintu tertutup,
langit belum pernah kehabisan cahaya. Saat semua harapan seperti mati, Allah
masih hidup dan selalu ada, menjagamu, mencukupimu, mengangkatmu ketika kau
jatuh.
Tak perlu menjadi sempurna untuk
dicintai-Nya. Bahkan hamba yang penuh cela pun tak pernah dibiarkan-Nya binasa
tanpa kasih.
Maka gantungkan hatimu hanya pada-Nya.
Percayalah pada penjagaan-Nya, bahkan saat kau tak mengerti jalan hidupmu.
Karena yang kita miliki hanyalah rencana, sementara Allah memiliki segalanya. Termasuk
takdir yang jauh lebih indah dari apa yang bisa kita bayangkan.
Allahulkahfi. Nama yang cukup untuk
membuatmu merasa aman, bahkan dalam badai paling ganas sekali pun.
Nama yang mampu menyeka tangismu,
bahkan sebelum engkau sempat menangis.
Nama yang cukup, satu nama saja, tapi
melebihi seluruh dunia.
Dan jika hari ini kau merasa sendirian,
maka dengarkanlah bisikan dari langit, "Aku cukup untukmu."
*
Jakarta, 19 Mei 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.