Kamis, 22 Mei 2025

Sandaran Terakhir yang Tak Pernah Mengingkari

 


                                            Hanya ilustrasi. (Gambar: AI). 


Sandaran Terakhir yang Tak Pernah Mengingkari

Oleh: Yoss Prabu

 

اَللهُالْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَصِيْرُ

اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى

قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى

لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى

وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ

 

Allahulkaafiirabbunalkaafi Qashadnalkaafiwajadnalkaafi Likullinkaafikafaa nal kaafi

Wa ni’malkaafi Alhamdulillah Allahulkaafiirabbunalkaafi Qashadnalkaafiwajadnalkaafi

Likullinkaafikafaa nal kaafi Wa ni’malkaafi Alhamdulillah Allahulkaafiirabbunalkaafi Qashadnalkaafiwajadnalkaafi Likullinkaafikafaa nal kaafi Wa ni’malkaafi

Alhamdulillah

 

Dalam sunyi yang tak bertuan, di tengah gelombang hidup yang sering tak bersahabat, ada satu nama yang menjadi tempat pulang bagi hati yang nyaris runtuh, Allahulkahfi. Allah sebagai Pelindung dan Penjaga.

Seberapa berat pun langkah yang kau tempuh, sekelam apa pun langit yang menaungimu, seolah dunia lupa padamu dan tak ada satu pun tangan manusia yang ingin menggenggammu. Ketahuilah, ada Dzat yang tak pernah tertidur, tidak pernah alpa, tidak pernah lelah menjagamu. Dia adalah Al-Kafee, Yang Maha Mencukupi dan Melindungi.

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 171,"Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung (Al-Kafee). "Juga dalam Surah Ali Imran ayat 173, "Dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung (Al-Kafee)."

Ayat-ayat ini bukan sekadar barisan huruf dalam mushaf. Ia adalah pelukan lembut dari langit, dikirim langsung ke jiwa-jiwa yang remuk, hati yang hancur, dan harapan yang nyaris punah.

Siapa yang belum pernah merasa dikhianati manusia? Siapa yang belum pernah ditinggalkan dalam sepi oleh mereka yang dulu bersumpah akan selalu ada?

Tapi justru di titik paling gelap itulah, nama Allahulkahfi bersinar paling terang.

Banyak orang mencari pelindung dari dunia, dari kekuasaan, dari harta, dari hubungan, dari nama besar. Tapi ketika badai datang, semua itu rapuh dan terempas begitu saja.

Satu-satunya yang tetap kokoh berdiri, yang tak berubah walau seluruh semesta menjauh, adalah Allah.

Dialah yang menggenggam tanganmu saat dunia melepaskannya. Dialah yang menutup aibmu ketika manusia sibuk menyebarkannya. Dialah yang menyeka air matamu bahkan sebelum kau sempat menangis. Dialah yang menguatkan detak hatimu saat dunia mencoba mematikannya.

Ketika engkau menyendiri dalam malam yang kelam, menangis dalam doa yang tak terdengar siapa pun, jangan pernah mengira kau sendirian. Dalam sujud itu, dalam rintihan lirih itu, ada satu Zat yang mendengarkan segalanya, bahkan yang tak mampu kau ucapkan sekalipun.

Allahulkahfi bukan hanya nama. Ia adalah naungan. Ia adalah jubah kasih yangmelindungi jiwa yang luka.

Percayalah, saat semua pintu tertutup, langit belum pernah kehabisan cahaya. Saat semua harapan seperti mati, Allah masih hidup dan selalu ada, menjagamu, mencukupimu, mengangkatmu ketika kau jatuh.

Tak perlu menjadi sempurna untuk dicintai-Nya. Bahkan hamba yang penuh cela pun tak pernah dibiarkan-Nya binasa tanpa kasih.

Maka gantungkan hatimu hanya pada-Nya. Percayalah pada penjagaan-Nya, bahkan saat kau tak mengerti jalan hidupmu. Karena yang kita miliki hanyalah rencana, sementara Allah memiliki segalanya. Termasuk takdir yang jauh lebih indah dari apa yang bisa kita bayangkan.

Allahulkahfi. Nama yang cukup untuk membuatmu merasa aman, bahkan dalam badai paling ganas sekali pun.

Nama yang mampu menyeka tangismu, bahkan sebelum engkau sempat menangis.

Nama yang cukup, satu nama saja, tapi melebihi seluruh dunia.

Dan jika hari ini kau merasa sendirian, maka dengarkanlah bisikan dari langit, "Aku cukup untukmu."

*

Jakarta, 19 Mei 2025

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.

Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal

  Hanya ilistrasi. (Gambar: AI).  Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...