Senin, 09 Juni 2025

Makan Daging Qurban Bakar di Senja Usia

 

Hanya ilistrasi. (Gambar: AI). 

Puisi

Makan Daging Qurban Bakar di Senja Usia

Oleh: Yoss Prabu

Seperti bara api yang menari di atas tungku buatan sendiri.

Bau arang dan lemak menari bersama asap

Yang entah mengalir ke mana

Mungkin ke langit,

Atau ke ruang dada yang kini kian lapang

Aku duduk di antara anak dan cucu yang belum hafal

Cara menyembunyikan rasa jijik pada urat-urat yang

Tersangkut di gigi.

Mereka masih takut pada urat yang menolak dibakar,

Sementara aku.

Yang sudah kenyang dengan luka-luka.

Mengenang aroma daging bakar

Seperti mengingat bau tangan ibuku

Yang dulu sibuk memutar sate di panggangan

Ketika ayah masih setia menawar harga sapi kurban.

Ah, daging ini bukan sekadar daging.

Ini adalah sunyi yang diiris-iris,

Adalah doa yang dipanggang bersama rasa takut

Akan usia yang makin pendek,

Adalah bentuk kasih sayang yang berdarah. Bahwa tak semua yang disembelih akan selesai di piring.

Ada yang masih mengalir di dada,

Di kepala,

Di setiap keriput yang menunggu hari.

Orang bilang,

“Daging bakar itu enak, Mak.”

Padahal yang enak itu bukan Cuma rasa,

Tapi ingatan akan masa lalu yang hangus,

Aroma yang membumbung ke langit

Bersama doa yang terkirim

Buat tulang-tulang yang menua.

Ada rasa romantis di setiap gigitan

Ketika api menari di antara gigi

Ketika cucu menertawakan keriput

Dan aku menertawakan waktu

Yang terlalu cepat meninggalkan.

Ada rasa filosofis di setiap kunyahan

Bahwa daging yang kita makan

Adalah juga daging kita sendiri

Yang kelak akan jadi abu.

Aku makan daging ini

Daging kurban bakar

Dengan tawa pahit yang terselip di sela keriput.

Sambil berkata dalam hati,

“Beginilah manusia.

Membakar rasa lapar dan sepi

Dengan rasa syukur yang diiris tipis,

Agar tak terlalu pahit ditelan

Meski sudah lanjut usia.”

Karena di senja usia,

Bahkan daging kurban bakar

Adalah cara kita merayakan yang tersisa

Meski setengah sarkastis,

Meski setengah menertawakan

Kenapa hidup ini sering lebih alot daripada daging itu sendiri.

*

Jakarta, 07 Juni 2025


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.

Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal

  Hanya ilistrasi. (Gambar: AI).  Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...