Di Selasar kita bisa berdiskusi. Ramai-ramai atau sendiri. Boleh. Sambil minum kopi, merenung atau hanya sekedar berimajinasi, juga boleh. Atau sambil bermimpi dan masturbasi. Pun boleh-boleh saja. Terserah! Silakan saja. Suka-suka.
Sabtu, 19 April 2025
Namamu Terukir di Setiap Kerlip Bintang
Hanya ilustrasi. (Gambar: AI).
Puisi
Namamu Terukir di Setiap Kerlip Bintang
Yoss Prabu
Di hamparan waktu yang jauh tak terukur
Kita terpisah oleh benua, oleh gurun
Oleh samudra yang membentang muram
Namun, cinta ini tak mengenal batas jarak
Ia melintasi angin, menunggangi debur ombak
Kutatap bulan yang sama di langit malam
Entah di tempatmu, ia juga tersenyum tenang?
Di setiap kerlip bintang, ada namamu terukir
Mengirimkan rindu yang tak pernah pudar
Bagaimana mungkin cinta ini tetap hidup
Ketika jemari tak pernah saling bertaut
Namun hatiku, tanpa sadar
Selalu terpagut pada nadimu yang jauh
Kita adalah kisah yang tertulis di dua ujung dunia
Dua jiwa yang berpaut dalam sunyi yang berbeda
Mimpi-mimpi kita bertemu di tengah malam
Dalam sepi yang berbicara dengan bahasa cinta
Semoga angin membawa bisikan rinduku ke arahmu
Semoga laut mengirimkan peluk yang kurindu
Karena meski jarak memisahkan raga
Hati kita selalu pulang pada satu sama lain
Cinta lintas kota, lintas pulau
Bukan sekadar kisah
Ia adalah keyakinan, bahwa cinta sejati tak pernah patah
Jakarta, 19 April 2025,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal
Hanya ilistrasi. (Gambar: AI). Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...
-
Selamat Pagi Kusibak kabut yang menggantung. Kutatap pagi yang redup. Lembapnya terasa segar di sela rintik yang malu-malu. ...
-
Tulisan ini saya buat ketika saya menjadi anggota dari sebuah grup WA yang admin-nya secara kurang ajar mendaulat saya untuk menjadi narasum...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.