Rabu, 16 April 2025

Puisi Tempat Cinta Bertahan

Hanya ilustrasi. (Gambar AI). Puisi Puisi Tempat Cinta Bertahan Yoss Prabu Kita adalah puisi yang ditulis di peta Huruf-hurufnya Terhampar di samudra Di gunung-gunung Dan di gurun-gurun Kutulis surat cinta ini lewat layar kaca Penuh harap Kukirim dengan sinyal dan cahaya Kau di sana, Menatap pagi di ufuk timur Aku di sini Merangkai malam yang murung Ketika kita saling mencumbu lewat kata-kata Rasa pun tertahan di angkasa Oh, teknologi ini Dapat jadi penyambung asa, rupanya Kau tetaplah tak lebih dari bayang semata Dunia berkata, cinta antarkota itu puitis Apa lagi antarbenua Namun bagiku, ia lebih seperti ironi Layar biru adalah jendela harapan Sekaligus penjara tempat cinta bertahan Kita adalah kisah yang tak tahu ujung Dibekap waktu, dihimpit meriam keraguan Seperti ombak yang terus mengejar pantai Namun selalu kembali Memeluk laut yang tak sampai Selalu Apakah cinta kita ini perayaan? Ataukah hanya komedi dalam kerinduan? Aku ingin merengkuhmu Namun hanya bayang-bayang yang kupeluk dalam pilu Jarak memang buta Tapi ia tak peduli Pada hati yang berteriak dalam kesunyian Karena mungkin Benua tak selalu bergerak Namun cintaku padamu Tak pernah goyah Apalagi retak Kita ini ironi Ironi ini yang indah, walau penuh luka Di antara benua, di antara bentangan gurun Membeku di hamparan salju di bawah dua cakrawala Kita tetap puisi, yang puitis Romantis Melankolis Dan satir Walau dunia menganggapnya hanya lelucon semata Jakarta, 16 April 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.

Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal

  Hanya ilistrasi. (Gambar: AI).  Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...