Di Selasar kita bisa berdiskusi. Ramai-ramai atau sendiri. Boleh. Sambil minum kopi, merenung atau hanya sekedar berimajinasi, juga boleh. Atau sambil bermimpi dan masturbasi. Pun boleh-boleh saja. Terserah! Silakan saja. Suka-suka.
Rabu, 16 April 2025
Puisi Tempat Cinta Bertahan
Hanya ilustrasi. (Gambar AI).
Puisi
Puisi Tempat Cinta Bertahan
Yoss Prabu
Kita adalah puisi yang ditulis di peta
Huruf-hurufnya
Terhampar di samudra
Di gunung-gunung
Dan di gurun-gurun
Kutulis surat cinta ini lewat layar kaca
Penuh harap
Kukirim dengan sinyal dan cahaya
Kau di sana,
Menatap pagi di ufuk timur
Aku di sini
Merangkai malam yang murung
Ketika kita saling mencumbu lewat kata-kata
Rasa pun tertahan di angkasa
Oh, teknologi ini
Dapat jadi penyambung asa, rupanya
Kau tetaplah tak lebih dari bayang semata
Dunia berkata, cinta antarkota itu puitis
Apa lagi antarbenua
Namun bagiku, ia lebih seperti ironi
Layar biru adalah jendela harapan
Sekaligus penjara tempat cinta bertahan
Kita adalah kisah yang tak tahu ujung
Dibekap waktu, dihimpit meriam keraguan
Seperti ombak yang terus mengejar pantai
Namun selalu kembali
Memeluk laut yang tak sampai
Selalu
Apakah cinta kita ini perayaan?
Ataukah hanya komedi dalam kerinduan?
Aku ingin merengkuhmu
Namun hanya bayang-bayang yang kupeluk dalam pilu
Jarak memang buta
Tapi ia tak peduli
Pada hati yang berteriak dalam kesunyian
Karena mungkin
Benua tak selalu bergerak
Namun cintaku padamu
Tak pernah goyah
Apalagi retak
Kita ini ironi
Ironi ini yang indah, walau penuh luka
Di antara benua, di antara bentangan gurun
Membeku di hamparan salju
di bawah dua cakrawala
Kita tetap puisi, yang puitis
Romantis
Melankolis
Dan satir
Walau dunia menganggapnya hanya lelucon semata
Jakarta, 16 April 2025.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal
Hanya ilistrasi. (Gambar: AI). Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...
-
Selamat Pagi Kusibak kabut yang menggantung. Kutatap pagi yang redup. Lembapnya terasa segar di sela rintik yang malu-malu. ...
-
Tulisan ini saya buat ketika saya menjadi anggota dari sebuah grup WA yang admin-nya secara kurang ajar mendaulat saya untuk menjadi narasum...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.