Di Selasar kita bisa berdiskusi. Ramai-ramai atau sendiri. Boleh. Sambil minum kopi, merenung atau hanya sekedar berimajinasi, juga boleh. Atau sambil bermimpi dan masturbasi. Pun boleh-boleh saja. Terserah! Silakan saja. Suka-suka.
Selasa, 15 April 2025
Setiap Bait adalah Genggaman Tangan
Puisi
Setiap Bait adalah Genggaman Tangan
Yoss Pabu
Di bawah langit yang sama, kita memandang
Namun jarak telah memisah
Membentang dan sangat panjang
Kau di ufuk timur
Aku di barat senja
Namun cinta kita tak kenal batas dunia
Kapal-kapal melintas lautan biru
Ribuan kendaraan lalu-lalang menembus wilayah
Angin bawa rindu yang tak pernah jemu
Kupeluk bayangmu dalam tiap doa
Dan kukirim harapan pada bintang yang bertakhta
Waktu menjadi saksi yang setia
Detik pun berlalu dengan diamnya
Namun hati ini terus bicara
Terus berkata
Bahwa kau dan aku adalah cerita
Dalam surat-surat elektronik yang kutulis penuh harap
Ada kisah tentang rindu yang tak pernah berkarat
Setiap kata menjelma dalam pelukan
Dalam rengkuh yang menggelinjang dalam dada
Karena setiap bait adalah genggaman tangan
Jarak mungkin memisah raga
Namun cinta ini tak kenal jeda
Sebab kita
Adalah puisi dalam bahasa semesta
Dalam dua jiwa yang bersatu
Di antara dua kota
Suatu saat, saat senja bertemu malam
Aku dan kamu akan kembali dalam pelukan
Tak ada lagi jarak, tak ada lagi pembatas
Hanya cinta yang mengalir
Abadi, dan hening
Jakarta, 15 April 2025.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal
Hanya ilistrasi. (Gambar: AI). Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...
-
Selamat Pagi Kusibak kabut yang menggantung. Kutatap pagi yang redup. Lembapnya terasa segar di sela rintik yang malu-malu. ...
-
Tulisan ini saya buat ketika saya menjadi anggota dari sebuah grup WA yang admin-nya secara kurang ajar mendaulat saya untuk menjadi narasum...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.