Selasa, 15 April 2025

Setiap Bait adalah Genggaman Tangan

Puisi Setiap Bait adalah Genggaman Tangan Yoss Pabu Di bawah langit yang sama, kita memandang Namun jarak telah memisah Membentang dan sangat panjang Kau di ufuk timur Aku di barat senja Namun cinta kita tak kenal batas dunia Kapal-kapal melintas lautan biru Ribuan kendaraan lalu-lalang menembus wilayah Angin bawa rindu yang tak pernah jemu Kupeluk bayangmu dalam tiap doa Dan kukirim harapan pada bintang yang bertakhta Waktu menjadi saksi yang setia Detik pun berlalu dengan diamnya Namun hati ini terus bicara Terus berkata Bahwa kau dan aku adalah cerita Dalam surat-surat elektronik yang kutulis penuh harap Ada kisah tentang rindu yang tak pernah berkarat Setiap kata menjelma dalam pelukan Dalam rengkuh yang menggelinjang dalam dada Karena setiap bait adalah genggaman tangan Jarak mungkin memisah raga Namun cinta ini tak kenal jeda Sebab kita Adalah puisi dalam bahasa semesta Dalam dua jiwa yang bersatu Di antara dua kota Suatu saat, saat senja bertemu malam Aku dan kamu akan kembali dalam pelukan Tak ada lagi jarak, tak ada lagi pembatas Hanya cinta yang mengalir Abadi, dan hening Jakarta, 15 April 2025.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar. Berupa saran, kesan dan kritik membangun.

Reshuffle: Operasi Plastik Kabinet yang Gagal

  Hanya ilistrasi. (Gambar: AI).  Kalau reshuffle hanya sekadar memindahkan kursi tanpa mengubah watak, ya sama aja seperti ganti sprei di k...